Arti Peribahasa Rawe-Rawe Rantas Malang-Malang Putung

Makna Peribahasa Rawe-Rawe Rantas Malang-Malang Putung adalah segala sesuatu yang merintangi maksud dan tujuan harus disingkirkan.

Sedangkan arti harafiahnya adalah: "(tanaman) yang menjulur-julur harus dibabat sampa habis dan yang menghalang-halangi jalan harus dipatahkan."

Konon peribahasa ini sempat dilarang karena pernah menjadi semboyan PKI.

Arti Peribahasa Laksana Apung-Apung Dipermainkan Gelombang

Maksud Peribahasa Laksana Apung-Apung Dipermainkan Gelombang adalah seseorang yang memiliki nasib tidak menentu, atau dapat juga di artikan: belum mendapat pekerjaan yang mapan/ tetap.

Arti Peribahasa Luka Boleh Sembuh, Parutnya Tinggal Juga

Maksud Peribahasa Luka Boleh Sembuh, Parutnya Tinggal Juga adalah permusuhan boleh hilang karena berdamai, namun hati yang disakiti sangat sukar mengobati / melupakannya.

Arti Peribahasa Lubuk Alam Tepian Bumi

Maksud Peribahasa Lubuk Alam Tepian Bumi adalah seseorang yang memiliki kepandaian, dimana dijadikan tempat untuk bertanya.

Arti Peribahasa Lain Biduk, Lain Digalang

Maksud Peribahasa Lain Biduk, Lain Digalang adalah jawaban atau ikhtiar yang tidak sesuai dengan maksud pertanyaan, kalau bahasa kerennya OOT (Out Of Topic).

Arti Peribahasa Dangkal Telah Keseberangan, Dalam Telah Keajukan

Maksud Peribahasa Dangkal Telah Keseberangan, Dalam Telah Keajukan adalah telah benar-benar mengetahui perangai atau isi hati seseorang.

Arti Peribahasa Luka Di Tangan Karena Pisau, Luka Di Hati Karena Kata

Maksud Peribahasa Luka Di Tangan Karena Pisau, Luka Di Hati Karena Kata adalah dalam setiap perkataan hendaknya kita selalu berhati-hati, karena dapat melukai perasaan orang lain.

Dari peribahasa di atas kita dapat memetik pelajaran tentang betapa pentingnya menjaga setiap tutur kata dalam pergaulan sehari-hari.

Arti Peribahasa Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari

Maksud Peribahasa Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari adalah seorang murid biasanya akan meniru apa yang dilakukan gurunya, maka janganlah memberikan contoh yang buruk.

Arti lainnya adalah seorang tokoh masyarakat harus menjadi contoh yang baik bagi rakyatnya.

Arti Peribahasa Gajah mati tinggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang

Maksud Peribahasa Gajah mati tinggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang adalah orang meninggal dunia selalu meninggalkan kesan semua perbuatannya, perbuatan yang baik maupun yang buruk yang akan selalu di ingat orang.

Arti Peribahasa Lubuk Akal Tepian Ilmu

Maksud Peribahasa Lubuk Akal Tepian Ilmu adalah orang yang mempunyai kepandaian dimana kita dapat bertanya padanya.

Arti Peribahasa Laksana apung-apung di tengah laut, dipukul ombak hanyut ke tepi

Maksud Peribahasa Laksana apung-apung di tengah laut, dipukul ombak hanyut ke tepi adalah seseorang yang mempunyai kedudukan yang belum mantap.

Arti Peribahasa Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Maksud Peribahasa Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga adalah hanya disebabkan oleh kesalahan kecil yang tidak berarti maka seluruh perkara menjadi kacau.

Arti Peribahasa Kalah Jadi Abu, Menang Jadi Arang

Maksud Peribahasa Kalah Jadi Abu, Menang Jadi Arang adalah dua orang yang melakukan tututan suatu perkara (ke pengadilan misalnya) maka kedua belah pihak sama-sama mengalami kerugian.

Arti Peribahasa Kacang Lupa Kulitnya

Maksud Peribahasa Kacang Lupa Kulitnya adalah seseorang yang melupakan asal-usulnya.

Arti Peribahasa Lunak Gigi Daripada Lidah

Maksud Peribahasa Lunak Gigi Daripada Lidah adalah orang yang sangat merendahkan dirinya atau bersikap sangat lemah lembut.

Arti Peribahasa Lain Gatal, Lain Yang Digaruk

Maksud Peribahasa Lain Gatal, Lain Yang Digaruk adalah orang lain yang melakukan kesalahan, namun lain orang yang dituduh. Orang yang dituduh bukanlah orang yang melakukan kesalahan.

Arti Peribahasa Waktu Adalah Ilmu

Maksud Peribahasa Waktu Adalah Ilmu adalah setiap waktu yang ada dapat kita gunakan untuk belajar, jadi jangan sia-siakan waktu.

Arti Peribahasa Lidah Tak Bertulang

Maksud Peribahasa Lidah Tak Bertulang adalah manusia sangat mudah berbohong atau mengingkari janjinya. Dpat juga di artikan sebagai omongan seseorang belum tentu bisa dipegang.

Arti Peribahasa Lempar Batu Sembunyi Tangan

Maksud Peribahasa Lempar Batu Sembunyi Tangan adalah menggambarkan seseorang yang tidak berani bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Dapat juga dijadikan gambaran sebagai seorang 'pengecut'.

Arti Peribahasa Lidah Lebih Tajam Daripada Pedang

Maksud Peribahasa Lidah Lebih Tajam Daripada Pedang adalah segala hal yang kita katakan hendaknya selalu berhati-hati agar tidak merugikan diri sendiri.

Arti Peribahasa Laksana Garam Dengan Asam

Maksud Peribahasa Laksana Garam Dengan Asam adalah sangat serasi atau cocok sekali.

Arti Peribahasa Sesal Dahulu Pendapatan, Sesal Kemudian Tak Berguna

Maksud Peribahasa Sesal Dahulu Pendapatan, Sesal Kemudian Tak Berguna adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dilakukan itu hendaknya dipikirkan dahulu baik-baik sebelum dikerjakan agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari.

Arti Peribahasa Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga Pula

Maksud Peribahasa Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga Pula adalah sebuah gambaran dimana seseorang mendapatkan nasib malang yang bertubi-tubi.

Arti Peribahasa Surga Berada Di Telapak Kaki Ibu

Maksud Peribahasa Surga Berada Di Telapak Kaki Ibu adalah kebahagiaan seorang anak adalah berasal dari bakti kepada ibunya.