Arti Peribahasa Lepas Dari Mulut Harimau, Masuk Kedalam Mulut Buaya

Maksud Peribahasa Lepas Dari Mulut Harimau, Masuk Kedalam Mulut Buaya adalah baru saja terlepas dari satu bahaya, jatuh kembali kedalam bahaya yang lain. Atau dapat juga di artikan sebagai nasib sial yang data berturut-turut.

Arti Peribahasa Lebih Baik Satu Burung Di Tangan Dari Pada Sepuluh Burung Di Pohon

Maksud Peribahasa Lebih Baik Satu Burung Di Tangan Dari Pada Sepuluh Burung Di Pohon adalah lebih baik memiliki sedikit barang tapi pasti, daripada memiliki banyak barang tapi masih belum pasti.

Peribahasa ini merupakan terjemahan dari peribahasa Inggris yaitu "It is better to have one bird in the hand than ten birds in the air".

Arti Peribahasa Lebih Baik Mati Berkalang Tanah, Dari Pada Hidup Bercermin Bangkai

Maksud Peribahasa Lebih Baik Mati Berkalang Tanah, Dari Pada Hidup Bercermin Bangkai adalah daripada terus hidup hanya menanggung malu, lebih baik mati saja.

Arti Peribahasa Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Ikannya

Maksud Peribahasa Lain Ladang Lain Belalang, Lain Lubuk Lain Ikannya adalah setiap daerah mempunyai adat-istiadat yang berbeda, atau dapat juga di artikan bahwa setiap daerah memiliki aturan masing-masing yang tidak sama.

Arti Peribahasa Lain Di Mulut Lain Di Hati

Maksud Peribahasa Lain Di Mulut Lain Di Hati adalah seseorang yang mengucapkan suatu perkataan tetapi tidak sama dengan kata hatinya.

Arti Peribahasa Duduk Meraut Ranjau, Tegak Meninjau Jarah

Maksud Peribahasa Duduk Meraut Ranjau, Tegak Meninjau Jarah adalah merupakan sebuah nasehat agar kita selalu bersikap waspada.

Arti Peribahasa Seperti Cendawan Dimusim Hujan

Maksud Peribahasa Seperti Cendawan Dimusim Hujan adalah sesuatu yang tiba-tiba saja menjamur atau jumlahnya menjadi banyak sekali.

Arti Peribahasa Seperti Ayam Beranak Itik

Maksud Peribahasa Seperti Ayam Beranak Itik adalah orang tua yang kuno yang mempunyai anak modern; tak dapat mengikuti / menyesuaikan diri dengan kehidupan / tindak tanduk anak.

Arti Peribahasa Seperti Api Dalam Sekam

Maksud Peribahasa Seperti Api Dalam Sekam adalah hal jelek/rawan yang tersembunyi atau tadinya kecil lambat-laun akan muncul menjadi sesuatu bencana/peristiwa yang besar dalam konotasi negatif.

Arti Peribahasa Seperti Abu Di Atas Tunggul

Maksud Peribahasa Seperti Abu Di Atas Tunggul adalah Keadaan tidak tetap dan dengan mudah dapat dihalau (tercapakkan), (misalnya keadaan suami salam keluarga isterinya di Minangkabau dan Negeri Sembilan).

Arti Peribahasa Sedikit Hujan Banyak Yang Basah

Maksud Peribahasa Sedikit Hujan Banyak Yang Basah adalah sebuah kecelakaan kecil yang mengakibatkan sesuatu dampak yang besar.

Arti Peribahasa Jika Tak Ada Rotan, Akar Pun Berguna

Maksud Peribahasa Jika Tak Ada Rotan, Akar Pun Jadi adalah: Bila tak ada sesuatu yang baik, maka yang kurang baik-pun dapat digunakan juga.

Arti Peribahasa Jauh Di Mata, Dekat Di Hati

Maksud Peribahasa Jauh Di Mata, Dekat Di Hati adalah: Walaupun tidak bertemu karena dipisahkan oleh jarak namun di hati tetap terkenang/teringat selalu.

Arti Peribahasa Jinak-Jinak Merpati, Sudah Dekat Terbanglah Dia

Maksud Peribahasa Jinak-Jinak Merpati, Sudah Dekat Terbanglah Dia adalah: tampaknya mudah untuk didekati, setelah dicoba ternyata susah.

Arti Peribahasa Di Rumah Beraja-Raja, Di Hutan Berberuk-Beruk

Maksud Peribahasa Di Rumah Beraja-Raja, Di Hutan Berberuk-Beruk adalah: harus dapat menyesuaikan diri dengan tempat dimana kita tinggal.

Arti Peribahasa Sepandai-Pandai Membungkus Yang Busuk Berbau Juga

Maksud Peribahasa Sepandai-Pandai Membungkus Yang Busuk Berbau Juga adalah: bagaimanapun menyembunyikan sesuatu yang jahat, pada akhirnya akan diketahui orang juga.

Arti Peribahasa Seorang Makan Cempedak, Semua Kena Getahnya

Maksud Peribahasa Seorang Makan Cempedak, Semua Kena Getahnya adalah seorang yang membuat kesalahan akan berdampak pada semua, sehingga akan mendapat nama jelek.

Arti Peribahasa Sedikit Demi Sedikit, Lama-Lama Menjadi Bukit

Maksud Peribahasa Sedikit Demi Sedikit, Lama-Lama Menjadi Bukit adalah: usaha yang terus-menerus dilakukan walaupun hanya berawal dari hal kecil tapi akhirnya pasti akan memberika hasil.

Arti Peribahasa Sayang Akan Garam Sececah, Kerbau Seekor Dibusukkan

Maksud Peribahasa Sayang Akan Garam Sececah, Kerbau Seekor Dibusukkan adalah karena rasa takut akan kerugian yang sedikit, akhirnya malah mendapat kerugian yang lebih besar.

Arti Peribahasa Sambil Berdiang Nasi Masak

Maksud Peribahasa Sambil Berdiang Nasi Masak adalah mengerjakan dua atau lebih pekerjaan dalam waktu yang bersamaan, atau dapat juga di artikan: Sambil mengerjakan sesuatu, pekerjaan lain juga tersambilkan.

Arti Peribahasa Salah Makan Memuntahkan, Salah Tarik Mengembalikan

Maksud Peribahasa Salah Makan Memuntahkan, Salah Tarik Mengembalikan adalah: Harus berani mengakui kesalahan yang telah dilakukan, atau dapat di artikan juga: Harus selalu berani untuk memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat.

Contoh Puisi Islami

Contoh puisi Islami ini merupakan kelanjutan dari kumpulan puisi sebelumnya yaitu contoh puisi persahabatan. Berikut beberapa contoh puisi bertema Agama, contoh puisi Islami. Silahkan disimak.


Doa Dan Harapan
Pengarang: Ely K

Lirihku semoga jadi doa
Tangisanku semoga jadi sesal
Nafasku semoga jadi tasbih
Tatapanku semoga jadi rahmat
Perkenankanlah Ya Rabb…


Harapanku semoga jadi kenyataan
Resahku semoga jadi jawaban
Deritaku semoga jadi kesabaran
Pelitaku semoga jadi impian
Kabulkanlah Ya Rabb…

Doa di dalam sujud dan ruku
T’lah menghadirkan cahaya
Melaksanakan kepingan sisa harapan
Tuk meraih ampunanMu … Ya Rabb



Aku Ingin Menjadi Hamba-Mu
Pengarang: Hj. Farida Hanum

Ya Allah, Ya Tuhan ku.
Ampunilah aku di malam ini, disaat ini semua dosa
yang pernah aku lakukan, semua kejelekan yang
pernah aku rahasiakan, semua kedunguan yang
pernah aku amalkan.

Yang aku sembunyikan dan aku tampakkan yang
aku tutupi atau aku tunjukan.

Ampuni semua kebusukkan ku, yang telah Engkau
suruhkan Malaikat yang mulia mencatatnya.

Dengan Rahmat-Mu Engkau sembunyikan kejelekan
itu dengan karunia -Mu Engkau menutupinya.

Wahai junjungan ku, Pelindung ku, Pemilik nyawa
ku, jadikanlah waktu-waktu malam dan siang ku di
penuhi dengan zikir kepada-Mu

Kokohkan anggota badanku untuk
berbakti pada-Mu
Teguhkan tulang-tulang ku untuk berbakti kepada
Mu. Teguhkan tulang-tulang ku untuk melaksanakan
niat ku. Karuniakan pada ku kesungguhan untuk
bertakwa kepada -Mu


Mohon Maaf Lahir Bathin
Pengarang: Whandie

Perkataan yang indah adalah ALLAH,
lagu yang merdu adalah ADZAN,
media yang terbaik adalah AL-QURAN,
senam yang sehat adalah SHOLAT,
diet yang sempurna adalah PUASA,

kebersihan yang menyegarkan adalah WUDHU’,
perjalanan yang indah adalah HAJI,
khayalan yang baik adalah ingat DOSA n TAUBAT,
perasaan yang indah adalah KEBAHAGIAAN.
Selamat menyambut bulan suci Ramadhan “mohon maaf lahir bathin”

Contoh Puisi Persahabatan

Contoh Puisi Persahabatan - Indahnya persahabatan, selain meng-ekspresikan jalinan persahabatan dalam bentuk pantun, bait-bati puisi-pun juga dapat mencerminkan betapa indahnya memiliki seorang sahabat sejati. Berikut ini beberapa contoh puisi persahabatan, silahkan disimak.


Arti Sahabat
Pengarang: R-ul

Saat aku mulai mengerti tentang hidup
Aku butuh tumpahan rasa
yang sudi menerimaku apa adanya
Saat mata memandang
hingga lelah dan terpejam
segalanya terasa indah
dengan kehadiran seorang sahabat
Saat bahagia aku kan tertawa bersamanya
menjalani hari-hari penuh senyum bersamanya
namun saat terluka
Aku akan berlari dalam gelap
karena aku malu membaginya
dan tak ingin menjadi beban baginya
Meski rapuh aku tak ingin hancur
Aku harus tetap hidup demi s’mua mimpiku.



Hati Sahabat
Pengarang: Dewi Purwanti

berbuih kasih dlm panas mengadu
bertebaran sayang layaknya teman
menguak rasa hati sedalam lautan
lirikan mata yg terpadu

ohh… tuhan…
getaranku sudah beda
tak layak seakan teman
dia tak mengerti yg ku rasa

menyambut bunga bagai indah jagat raya
terpukau tp terlarang
menyiksa krn tak kan teromong
menanam jua dewasa

bagai kucing takut lautan
pengecut dlm bimbang
terhalang
takut hilang persahabatan



Puisi Untuk Sabahat
Pengarang: Unknown

sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam

Arti Peribahasa Seperti Anak Ayam Kehilangan Induk

Maksud Peribahasa Seperti Anak Ayam Kehilangan Induknya adalah contoh gambaran dimana suatu kumpulan atau kelompok yang kehilangan sosok seorang pemimpin sehingga akhirnya bingung harus melakukan apa.

Arti Peribahasa Sepandai-Pandai Tupai Meloncat, Jatuh Juga

Makna Peribahasa Sepandai-Pandai Tupai Meloncat, Jatuh Juga adalah tidak ada orang yang sempurna, setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan/kejahatan/kegagalan.

Arti Peribahasa Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Maksud Peribahasa Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui adalah sekali menegrjakan sesuatu, maka dapat menyelesaikan pekerjaan lain atau mendapat beberapa keuntungan sekaligus.

Maksud Peribahasa Sambil Menyelam Minum Air

Makna Peribahasa Sambil Menyelam Minum Air adalah mengerjakan suatu pekerjaan sekalian dapat juga menyelesaikan pekerjaan atau permasalahan lain.

Arti Peribahasa Dinding Sampai Ke Langit, Empang Sampai Ke Seberang

Maksud Peribahasa Dinding Sampai Ke Langit, Empang Sampai Ke Seberang adalah jika melakukan suatu pekerjaan jangan setengah-setengah, harus sampai selesai. Dapat juga di artikan: Kalau membuat peraturan atau larangan harus tegas agar di taati.

Arti Peribahasa Nasi Sudah Menjadi Bubur

Maksud Peribahasa Nasi Sudah Menjadi Bubur adalah kejadian yang sudah terlanjur di lakukan tidak perlu di sesali.

Arti Peribahasa Nafas Tak Sampai Ke Hidung

Maksud Peribahasa Nafas Tak Sampai Ke Hidung adalah orang yang terlalu sibuk sehingga tidak sempat untuk melakukan hal lain.

Arti Peribahasa Diam-Diam Penggali Berkarat, Diam-Diam Ubi Berisi

Maksud Peribahasa Diam-Diam Penggali Berkarat, Diam-Diam Ubi Berisi adalah: Diamnya orang bodoh tidak ada gunanya, sedangkan diamnya orang pandai adalah untuk berpikir.

Arti Peribahasa Dekat Mencari Induk, Jauh Mencari Suku

Maksud Peribahasa Dekat Mencari Induk, Jauh Mencari Suku adalah: ketika tempat merantau masih dekat maka yang menjadi saudara adalah orang yang seinduk dengan kita, namun apabila tempat merantau sudah jauh maka orang sesukupun sudah cukup jadi saudara.

Contoh Sajak Cinta

Indahnya rasa cinta apabila dapat terungkapkan, beberapa contoh sajak cinta berikut ini adalah cermin dari keagungan cinta anugerah-Nya. Silahkan disimak kumpulan sajak tentang percintaan dibawah ini.


Sajak Cinta

mencintai adl tiap detik yg kau lalui untuk menanti
hingga tiba kala’y cinta mencintamu
mencintai adl ketika kau tetap bertahan di atas kegoyahan
ketika kau tetap berjuang walau telah kepayahan
mencintai adl saat melepaskan
demi cinta itu sendiri
dan membiarkannya berlabuh di tambatan sejati
mencintai adl saat kau terluka
saat yg kau cintai tak merasa yg sama
saat yg kau peluk tak dapat lagi menghangatkanmu
dan meninggalkanmu sendiri dalam kedinginan
tanpa pahit, tak kau kecap manis
tanpa perih, tak kau sadari betapa pentingnya pulih
tanpa kecewa, tak kau mengerti makna bahagia
tanpa patha hati, tak kau rasakan cinta yg sesungguhnya



Terlintas kenangan itu
terbesit dalam benakku
kerapuhan menemaniku
dan
hanya air mata
yang mengarungi perasaan ini

memendam kerinduan
hanya membuat diri ini
tak jujur
dan hati ini
hanya bisa memberontak
dan hanya bisa memohon
untuk mengetahui isi hati ini

hati akan selalu lemah
jiwa akan selalu rapuh
perasaan akan selalu terpendam
jika diri ini tak kan bisa jujur
tak ada yang bisa dipersalahkan

kini semua hanya berakhir
dengan penantian
dan. . .
harapan. . .



Ku lihat langit tertutup kabut malam
Bintang dan bulanpun tak terlihat cahayanya yg terang
Ku di sini sendiri dalam gelapnya malam
Menanti dirimu yg tak kunjung datang
Kapan kau datang dan memeluk tubuhku yg usang
Aku kn tetap di sini menungu bidadariku datang menjemputku
Untuk kembali dan bersatu
Karena cintaku hanya untukmu



bila hati tak dapat bicara
maka insan yang menceritakan
bila hati tak dapat bertingkah
maka raga yang menggerakan
bila hati tak dapat lagi ceria
maka dirimu yang dapat membuat bahagia
sahabat genggamlah ketenangan dan
selimuti dirimu dengan kebahagiaan
sahabat bila kepedihan membelenggu dalam jiwamu
redamlah rasa itu dengan senyummu
jika lautan ku jadikan tinta
dan danau ku jadikan kata – kata
maka tak cukup kutuliskan
semua kenangan yang telah tercipta

Contoh Pantun Teka-Teki

Setelah kemarin kita bersedih-sedih ria dengan contoh pantun perpisahan, sekarang saatnya membahas pantun berikutnya yaitu contoh pantun teka-teki. Berikut ini beberapa contoh pantun teka teki, silahkan disimak.


Pantun Teka-Teki

Kalau tuan bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tanduk dihidung ?

Beras ladang sulung tahun
Malam malam memasak nasi
Dalam batang ada daun
Dalam daun ada isi

Terendak bentan lalu dibeli
Untuk pakaian saya turun kesawah
Kalaulah tuan bijak bestari
Apa binatang kepala dibawah ?

Kalau tuan muda teruna
Pakai seluar dengan gayanya
Kalau tuan bijak laksana
Biji diluar apa buahnya

Tugal padi jangan bertangguh
Kunyit kebun siapa galinya
Kalau tuan cerdik sungguh
Langit tergantung mana talinya ?

Contoh Pantun Perpisahan

Beberapa contoh pantun perpisahan ini merupakan kelanjutan dari tulisan yang kemarin yaitu tentang contoh pantun peribahasa. Tentu kita sedih kalau harus menghadapi moment perpisahan, tapi sebaiknya tidak usah berlarut-larut dalam kesedihan, lebih baik kita ekspresikan dalam bentuk pantun.

Pantun Perpisahan

Pucuk pauh delima batu
Anak sembilang ditapak tangan
Biar jauh dinegeri satu
Hilang dimata dihati jangan

Bagaimana tidak dikenang
Pucuknya pauh selasih Jambi
Bagaimana tidak terkenang
Dagang yang jauh kekasih hati

Duhai selasih janganlah tinggi
Kalaupun tinggi berdaun jangan
Duhai kekasih janganlah pergi
Kalaupun pergi bertahun jangan

Batang selasih mainan budak
Berdaun sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga

Bunga Cina bunga karangan
Tanamlah rapat tepi perigi
Adik dimana abang gerangan
Bilalah dapat bertemu lagi

Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada umurku panjang
Bolehlah kita bertemu lagi

Contoh Pantun Peribahasa

Saya sudah membahas sangat banyak tentang peribahasa di blog ini, sekarang gak ada salahnya kalau peribahasa di jadikan sebuah pantun. Apa bisa? Bisa kog, simak contoh-contoh pantun peribahasa berikut ini.


Pantun Peribahasa

Berakit-rakit kehulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

Ke hulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian

Kerat kerat kayu diladang
Hendak dibuat hulu cangkul
Berapa berat mata memandang
Barat lagi bahu memikul

Harapkan untung menggamit
Kain dibadan didedahkan
Harapkan guruh dilangit
Air tempayan dicurahkan

Pohon pepaya didalam semak
Pohon manggis sebasar lengan
Kawan tertawa memang banyak
Kawan menangis diharap jangan

Contoh Pantun Percintaan

Hmm, membahas apa ya? Contoh pantun nasihat sudah, pantun adat juga kemarin baru di bahas. Oh ya, bagi kalian yang sedang jatuh cinta gak ada salahnya kalau kita ekspresikan lewat pantun. Berikut ini beberapa contoh pantun percintaan.


Pantun Percintaan

Coba-coba menanam mumbang
Moga-moga tumbuh kelapa
Coba-coba bertanam sayang
Moga-moga menjadi cinta

Limau purut lebat dipangkal
Sayang selasih condong uratnya
Angin ribut dapat ditangkal
Hati yang kasih apa obatnya

Ikan belanak hilir berenang
Burung dara membuat sarang
Makan tak enak tidur tak tenang
Hanya teringat dinda seorang

Anak kera diatas bukit
Dipanah oleh Indera Sakti
Dipandang muka senyum sedikit
Karena sama menaruh hati

Ikan sepat dimasak berlada
Kutunggu di gulai anak seberang
Jika tak dapat di masa muda
Kutunggu sampai beranak seorang

Kalau tuan pergi ke Tanjung
Kirim saya sehelai baju
Kalau tuan menjadi burung
Sahaya menjadi ranting kayu

Kalau tuan pergi ke Tanjung
Belikan sahaya pisau lipat
Kalau tuan menjadi burung
Sahaya menjadi benang pengikat

Kalau tuan mencari buah
Sahaya pun mencari pandan
Jikalau tuan menjadi nyawa
Sahaya pun menjadi badan

Contoh Pantun Nasihat

Pantun dapat juga dijadikan sebagai petuah atau nasihat yang sangat bagus, berikut ini contoh-contoh pantun nasihat yang melengkapi tulisan sebelumnya tentang contoh pantun kias dan contoh pantun yang lain.


Pantun Nasihat

Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Kemuning ditengah balai
Bertumbuh terus semakin tinggi
Berunding dengan orang tak pandai
Bagaikan alu pencungkil duri

Parang ditetak kebatang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu

Padang temu padang baiduri
Tempat raja membangun kota
Bijak bertemu dengan jauhari
Bagaikan cincin dengan permata

Ngun Syah Betara Sakti
Panahnya bernama Nila Gandi
Bilanya emas banyak dipeti
Sembarang kerja boleh menjadi

Jalan-jalan ke kota Blitar
jangan lupa beli sukun
Jika kamu ingin pintar
belajarlah dengan tekun

Contoh Pantunn Kias

Artikel contoh pantun kias ini merupakan kelanjutan dari posting-posting sebelumnya tentang pantun, seperti contoh pantun kepahlawanan, contoh pantun adat, dan contoh lainnya yang telah kita bahas pada artikel terdahulu. Ciri khas pantun kias adalah gaya bahasanya yang menggunakan perumpamaan atau kiasan-kiasan misalnya kiasan tentang binatang, tumbuhan, dll. Berikut ini beberapa contohnya.


Pantun Kias

Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam digunung ikan dilaut
Dalam belanga bertemu juga

Berburu kepadang datar
Dapatkan rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi

Anak Madras menggetah punai
Punai terbang mengirap bulu
Berapa deras arus sungai
Ditolak pasang balik kehulu

Kayu tempinis dari kuala
Dibawa orang pergi Melaka
Berapa manis bernama nira
Simpan lama menjadi cuka

Disangka nenas ditengah padang
Rupanya urat jawi-jawi
Disangka panas hingga petang
Kiranya hujan tengah hari

Contoh Pantun Kepahlawanan

Kemarin kita sudah membahas beberapa contoh pantun, salah satunya contoh pantun jenaka. Sekarang mari kita lanjutkan dengan pantun berukitnya yaitu contoh pantun kepahlawanan, pantun kepahlawanan dapat dilihat memiliki ciri khas yaitu bertema tentang semangat kepahlawanan atau semangat patriotisme. Berikut beberapa contohnya.


Pantun Kepahlawanan

Adakah perisai bertali rambut
Rambut dipintal akan cemara
Adakah misai tahu takut
Kamipun muda lagi perkasa

Hang Jebat Hang Kesturi
Budak-budak raja Melaka
Jika hendak jangan dicuri
Mari kita bertentang mata

Kalau orang menjaring ungka
Rebung seiris akan pengukusnya
Kalau arang tercorong kemuka
Ujung keris akan penghapusnya

Redup bintang haripun subuh
Subuh tiba bintang tak nampak
Hidup pantang mencari musuh
Musuh tiba pantang ditolak

Esa elang kedua belalang
Takkan kayu berbatang jerami
Esa hilang dua terbilang
Takkan Melayu hilang dibumi

Arti Peribahasa Orang Muda Menanggung Rindu, Orang Tua Menanggung Ragam

Maksud Peribahasa Orang Muda Menanggung Rindu, Orang Tua Menanggung Ragam adalah: menjadi orang tua harus dapat senantiasa menjaga sikap sabar.

Arti Peribahasa Walau Kecil Tampak Kalau Besar Tak Tampak

Maksud peribahasa walau kecil tampak kalau besar tak tampak adalah : orang yang selalu melihat kekurangan orang lain, tapi tidak bisa melihat kekurangan sendiri.

Arti Peribahasa Di Mana Tembilang Terentak, Di Situ Cendawan Tumbuh

Maksud Peribahasa Di Mana Tembilang Terentak, Di Situ Cendawan Tumbuh yaitu jika datang suatu kesulitan maka pasti akan ada juga akal untuk memecahkan kesulitan tersebut.

Arti Peribahasa Datang Tidak Berjemput, Pulang Tidak Berantar

Maksud Peribahasa Datang Tidak Berjemput, Pulang Tidak Berantar adalah: Tidak perlu dihiraukan, atau diabaikan saja.

Arti Peribahasa Daripada Hidup Bercermin Bangkai, Lebih Baik Mati Berkalang Tanah

Maksud Peribahasa Daripada Hidup Bercermin Bangkai, Lebih Baik Mati Berkalang Tanah adalah: Daripada terus hidup cuma menanggung malu, lebih baik mati saja.

Contoh Pantun Jenaka

Bebeda dengan pantun budi, artikel contoh pantun jenaka kali ini akan memberikan beberapa pantun jenaka, pantun jenaka dibuat dengan tujuan menghibur orang yang mendengarnya. Sesuai namanya, pantun jenaka memiliki unsur kelucuan yang kadang digunakan sebagai media saling menyindir dalam suasanan keakraban.


Pantun Jenaka

Di mana kuang hendak bertelur
Di atas lata dirongga batu
Di mana tuan hendak tidur
Di atas dada dirongga susu

Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat

Sakit kaki ditikam jeruju
Jeruju ada didalam paya
Sakit hati memandang susu
Susu ada dalam kebaya

Naik kebukit membeli lada
Lada sebiji dibelah tujuh
Apanya sakit berbini janda
Anak tiri boleh disuruh

Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya

Jalan-jalan ke rawa-rawa
Jika capai duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm

Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak

jangan suka makan mentimun
karna banyak getahnya
hai kawan jangan melamun
melamun itu tak ada gunanya


Dari beberapa contoh pantun jenaka di atas dapat kita lihat bagaimana suasana riang yang tercermin di dalamnya. Tentu saja berbeda jauh kalau dibandingkan dengan tata bahasa dalam pantun agama.

Contoh Pantun Budi

Artikel contoh pantun budi ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang pantun adat dan contoh pantun agama. Simak beberapa contoh pantun tentang budi pekerti berikut.


Pantun Budi

Bunga cina diatas batu
Daunnya lepas kedalam ruang
Adat budaya tidak berlaku
Sebabnya emas budi terbuang

Diantara padi dengan selasih
Yang mana satu tuan luruhkan
Diantara budi dengan kasih
Yang mana satu tuan turutkan

Apa guna berkain batik
Kalau tidak dengan sujinya
Apa guna beristeri cantik
Kalau tidak dengan budinya

Sarat perahu muat pinang
Singgah berlabuh di Kuala 
DaikJahat berlaku lagi dikenang
Inikan pula budi yang baik

Anak angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Hilang bahasa karena emas
Hilang budi karena miskin

Biarlah orang bertanam buluh
Mari kita bertanam padi
Biarlah orang bertanam musuh
Mari kita menanam budi

Ayam jantan si ayam jalak
Jaguh siantan nama diberi
Rezeki tidak saya tolak
Musuh tidak saya cari

Jikalau kita bertanam padi
Senanglah makan adik-beradik
Jikalau kita bertanam budi
Orang yang jahat menjadi baik

Kalau keladi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas
Kalau budi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas

Contoh Pantun Agama

Setelah sebelumnya kita membahas salah satu jenis pantun yaitu pantun adat, kali ini merupakan kelanjutan dari pembahasan pantun sebelumnya yaitu tentang contoh pantun agama. Perhatikan beberapa contoh pantun agama dibawah ini.


Pantun Agama

Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa

Daun terap diatas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Yang haram jangan dicoba

Bunga kenanga diatas kubur
Pucuk sari pandan Jawa
Apa guna sombong dan takabur
Rusak hati badan binasa

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat dipintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

Masih kurang lengkap? Jika ingin tahu koleksi pantun agama yang lebih banyak, silahkan baca disini: Contoh Pantun Agama

Contoh Pantun Adat

Di antara jenis-jenis pantun, salah satunya adalah pantun adat. Berikut ini beberapa contoh pantun adat yang memiliki ciri khas gaya bahasanya kental akan unsur budaya/ adat.


Pantun Adat

Menanam kelapa di pulau Bukum 
Tinggi Sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah

Ikan berenang didalam lubuk
Ikan belida dadanya panjang
Adat pinang pulang ke tampuk
Adat sirih pulang ke gagang

Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka

Bukan lebah sembarang lebah
Lebah bersarang dibuku buluh
Bukan sembah sembarang sembah
Sembah bersarang jari sepuluh

Pohon nangka berbuah lebat
Bilalah masak harum juga
Berumpun pusaka berupa adat
Daerah berluhak alam beraja

Arti Peribahasa Yang Di Pandang Rupa, Yang Di Makan Rasa

Maksud Peribahasa Yang Di Pandang Rupa, Yang Di Makan Rasa adalah: maksud yang baik itu hendaklah disampaikan dengan baik pula, karena bila cara penyampaiannya kurang baik maka yang dimaksud sering tidak tercapai. Data juga di artikan sebagai himbauan agar kita selalu berkomunikasi dengan baik.

Arti Peribahasa Yang Menabur Angin, Akan Menuai Badai

Maksud Arti Peribahasa Yang Menabur Angin, Akan Menuai Badai adalah: Seseorang yang melakukan perbuatan, maka dia juga yang akan terkena akibatnya.

Arti Peribahasa Daunnya Jatuh Melayang, Buahnya Jatuh Ke Pangkal

Maksud Peribahasa Daunnya Jatuh Melayang, Buahnya Jatuh Ke Pangkal adalah: kalau bukan rezeki maka akan habis begitu saja, tetapi kalau memang rezeki maka akan tinggal terpelihara.

Arti Peribahasa Di Mandikan Dengan Air Segeluk

Maksud Peribahasa Di Mandikan Dengan Air Segeluk adalah: Diberi pertolongan dengan sesuatu yang kurang bermanfaat atau tidak pada tempatnya. Dapat juga di artikan sebagai pujian yang tidak pada tempatnya.

Arti Peribahasa Di Beri Sehasta Hendak Sedepa

Maksud Peribahasa Di Beri Sehasta Hendak Sedepa adalah: Sudah di beri sedikit masih minta yang lebih banyak lagi. Dapat juga di artikan sebagai seseorang yang sangat rakus dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah di miliki.

Arti Peribahasa Di Mana Ada Kemauan, Di Sana Ada Jalan

Maksud Peribahasa Di Mana Ada Kemauan, Di Sana Ada Jalan adalah: Seseorang yang mau berusaha, pasti mendapatkan kemudahan di saat kesulitan menghadang.

Arti Peribahasa Datang Tampak Muka, Pulang Tampak Punggung

Makna peribahasa Datang tampak muka, pulang tampak punggung adalah: Dimana kita datang atau bertamu, maka kita harus mengikuti peraturan atau tata krama di tempat tersebut.

Arti Peribahasa Dua Kali Pisang berbuah

Makna peribahasa dua kali pisang berbuah adalah: Mengalami nasib baik lebih dari satu kali atau sering mendapat rezeki. Dengan kata lain dapat juga diartikan "orang yang bernasib mujur".